
.Feasts
Setelah hampir 10 tahun berjalan, puluhan karya telah dirilis, dan ratusan ribu pendengar di setiap bulannya, .Feast menjadi band di kancah musik hari ini yang lantang membicarakan berbagai keadaan. Mereka konsisten menulis lirik tentang situasi yang terjadi di masyarakat, hingga sesuatu yang terkait dengan politik dalam negeri. Segala isu yang disuarakan mendapat sokongan musik bergelora, modern, geram, megah, mudah dicerna, sekaligus mudah dibuat berdansa.
.Feast berdiri sejak 2013, beranggotakan Daniel Baskara Putra (vokal, synth), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Dicky Renanda Putra (gitar), Fadli Fikriawan Wibowo (bass), dan Adrianus Aristo Haryo (drum). Mereka melalui jalur terjal di awal perjalanan kariernya, sebelum mulai mendapat perhatian pada 2017 lewat album penuh perdana, Multiverses. Ragam musik dalam album tersebut menjadi gambaran latar belakang dan referensi musik kelima personel yang berbeda-beda.
.Feast memiliki gagasan utama karya bernama ‘Earth’, konsep semesta fiktif yang merepresentasikan cerita nyata dalam karya mereka. Multiverses dan album terbaru Abdi Lara Insani (2022) adalah ‘Earth-03’, karikatur tentang konflik horizontal antar suku, agama, ras dan golongan di dunia nyata. Album pendek Beberapa orang Memaafkan (2018) adalah ‘Earth-02’, representasi asli dari dunia tempat kita tinggal. Album pendek Uang Muka (2020) adalah ‘Earth-08’, fakta tentang uang yang diberhalakan. Salah satu kisah yang diketahui akan datang adalah Membangun dan Menghancurkan, ‘Earth-05’, tentang keyakinan individu.
Konsep dan konsistensi .Feast menuai sambutan dan dukungan solid dari para Kelelawar, sebutan penggemar mereka. Eksplorasi musik .Feast juga beberapa kali menjadi nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards), mendapat ulasan positif dari pemerhati musik, juga disertakan dalam daftar musik terbaik tahunan media.
Perjalanan karier .Feast dimulai tidak mulus. Pergerakan mereka kerap dianggap anomali. Namun ribuan pengikut adalah bukti bahwa band ini berkisah untuk khalayak luas.